Kamis, 25 Juni 2015

Pedagang Kembang Api dan Petasan Musiman


Bekasi – Ramadhan 1436 Hijriyah sudah hampir memasuki hari ke delapan. Keberadaraan para pedagang ini sudah terlihat di sudut-sudut pinggiran jalan sejak beberapa hari yang lalu. Puluhan kembang api, mulai dari ukuran besar hingga kecil berbagai model dan bentuk dijajar para pedagang di atas meja seukuran satu meter. Bahkan fenomena ini sudah menjadi tradisi setiap bulan Ramadhan, kembang api dan petasan dijual untuk memeriahkan suasana Ramadhan.

Salah satunya adalah Yayan Santoso, ia mencoba keperuntungannya berjualan Kembang Api dan Petasan tersebut. Karena omset yang akan didapat pada penjualan kembang api dan petasan sangat menjanjikan untuk dia. Sebelum berjualan kembang api dan petasan ia mengurus surat perizinan ke Kapolresta Bekasi Kota.

“Sekarang kalau tidak memiliki surat perizinan untuk berjualan akan dirazia dan tidak dapat berjualan kembali,” Ujar Yayan Santoso saat kami wawancarai (25/06/2015).

Modal untuk membeli petasan sebesar 2 juta rupiah saja, itupun sudah dapat macam-macam jenis kembang api dan petasan.

“Modal saat pertama kali berbelanja kembang api dan petasan itu 2 juta rupiah,” Ucapnya.

Kemudian untuk tarif harga, Yayan mengaku bahwa kembang api dan petasan yang di perjual belikan itu harganya berkisaran mulai dari Rp. 2.000 hingga Rp. 50.000. Dirinya memilih berjualan kembang api tersebut, karena omset yang dihasilkan lumayan untuk menambah pendapatan di hari lebaran mendatang. 

“Selama beberapa hari berjualan ini dirinya mengaku mendapatkan omset perharinya.

"Hanya mendapatkan Rp. 200.000, sedangkan kalau sepi saya hanya bisa membawa uang Rp. 100.000 saja,” tuturnya sambil melayani pembeli petasan.

Yayan Santoso mengaku jenis petasan yang paling laris adalah petasan banting dan petasan gangsing yang resikonya tidak terlalu membahayakan anak-anak untuk dimainkan.

“Kalau disini petasan yang paling digemari oleh anak-anak petasan banting dan petasan gangsing aja. Kalau selebihnya yang beli orang dewasa,” Ujar Yayan Santoso.

(Eds)

0 Komentar:

Posting Komentar

1. Dilarang spam.
2. Diharapkan untuk berkomentar yang sopan dan baik.